Indonesia Rumah Selamanya

Oleh: Aynindia Fury Siti Maghfiroh

Di bawah temaram lampu kota

Meringkuk, mendekap erat raga

Sorot netra setia terjaga

Asa menari-nari tanpa suara

Resah gelisah menyelimuti relung jiwa

Tak luput senandung doa mengudara

Kini, menjejaki masa remaja

Aku diliputi aneka tanya

Mencari jawab yang kian berkelana

Kukejar berlarian sepanjang jalan raya

Hingga rembulan menatap iba

Pun gemintang enggan menyapa

Lunglai tubuh tak henti untuk beranjak

Kepalkan tangan dan berdiri tegak

Langkah kaki ringkih perlahan menapak

Tak lagi menghitung kilometer jarak

Sebab, asa menanti di puncak

Kencangkan daya, tepuk Pundak

Nyala nyali dan rajutan doa selalu terikat

Bak pelita di malam pekat

Asa, cita, dan karya tak pernah bersekat

Tak bisa kuterus berkabut pekat

Sebab, pena tergenggam erat

Hitam tinta telah membakar pijar semangat

Aku mulai memutar pena

Mematri asa dengan aksara

Yang selalu bergema dalam lubuk jiwa

Dari tangan-tangan tak mengenal payah

Mengarungi samudera kertas nan luas

Lirih berucap: aku ialah sang juara

Tenggelam dalam palung kehidupan

Gulir waktu laksana simfoni orkestra

Aku berdansa di antara kata-kata

Jari-jemari jadi saksi daya upaya

Dalam sebuah lembaran tersimpan makna

Satukan angan ciptakan kejayaan

Inilah aku, generasi emas bangsa

Memikul estafet perjuangan pahlawan

Merawat juang yang tak pernah padam

Meski tantangan kan membentang

Aku tak pernah ragu untuk selalu bersuara

Pena dan kertas ialah senjata

Bangsaku teramat kaya

Indonesia namanya

Gemah ripah nan melimpah ruah

Belantara hutan dan lautan

Hamparan sawah dan gunung tambang

Semua ialah warisan semesta

Lantas aku bisa apa?

Esok kan memotret keadilan

Menggali kebenaran yang tenggelam

Bersuara lantang walau badai menghalang

Aku tak gentar siar kebenaran

Sebab, Indonesia rumah selamanya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top