RATU KIJANG MELAWAN SAMPAH

RATU KIJANG MELAWAN SAMPAH

Karya: Keysa Naura Putri 

Di sudut hutan berkabut yang begitu asri dan indah untuk dipandang.Pagi hari yang begitu cerah, burung berkicau di atas pohon mengugah gairah,kijang bangun dengan penuh semangat melihat lingkungan nya yang begitu bersih,tetapi itu hanya sekejap ketika kijang berjalan menuju tempat sumber air yang ada di sudut sungai ia terkejut,

“Apa-apaan ini,dari mana sampah ini berasal,”ujar si kijang dengan wajah geram.Lalu kelinci pun datang dengan berkata bahwa yang membuat masalah baru saja ialah manusia yang tak tau cara menjaga hutan dengan baik, merekalah yang membuat yang membuat kericuhan sendiri,lalu si kijang pun memerintahkan kelinci untuk memanggil teman-temannya sekaligus anak buah dari kijang, diantaranya harimau, tupai,dan juga kancil,untuk membuat suatu ide yang cerdik agar masalah ini cepat selesai.

Mereka pun berdiskusi dengan begitu serius untuk apa yang bisa dilakukan,dan si kijang pun membagi tugas kepada anak buahnya, yaitu harimau sebagai pemimpin dan akan mengatur jalur pembersihan dengan bauk dan tupai mengawasi setiap sudut hutan untuk mencari lokasi lain yang tercemar sampah, sedangkan kancil yang dikenal cepat berlari akan meminta bantuan kepada warga setempat yang dekat dengan hutan, pada akhirnya kancil bertemu seorang anak perempuan yang bernama Rani yang suap membantu permasalahan tersebut,namun warga lain tidak ingin membantu nya dan akhirnya hanya rani yang mau membantu.

“Tidak apa-apa kancil, biar kita dan teman-teman mu saja yang membersihkan”,ujar di gadis baik hati itu,dan si kancil pun berterimakasih kepada Rani lalu mengajak nya untuk bertemu Ratu Kijang dan temannya untuk mempersiapkan kegiatan yang bermakna itu.

Setelah bertemu Ratu Kijang dan teman-temannya, Rani langsung menyampaikan ide cemerlang nya.

“Kita bisa membagi sampah menjadi yang bisa di daur ulang dan yang tidak,”ucapnya sambil menunjukkan cara memisahkan botol, kaleng, plastik,dan sampah organik lainnya, segera saja mereka langsung bekerja dari harimau memimpin dengan tegas agar setiap anggota bekerja dengan teratur,tupai memberi tahu bahwa pembersihan sudah dimulai dan mengajak teman-teman yang ada di semak-semak, sedangkan Ranu mengambil karung untuk wadah sampah yang berserakan dan membawa sapu untuk menyapu bagian yang sudah tidak ada sampah nya agar sampah bersih,kancil dan kijang bekerja sama membersihkan pohon-pohon yang sudah rusak dan akan menanam pohon yang baru,dengan memotong atau merapikan pohon yang tidak layak.

Selanjutnya, Kancil dan Kijang mulai menanam bibit pohon baru dan juga memiliki tugas untuk mengawasi pertumbuhan tanaman pohon yang telah ditanam di seluruh bagian pohon yang tadinya rusak. Setiap pagi, keduanya memeriksa satu pohon ke pohon lainnya apakah bibitnya tumbuh dengan baik atau membutuhkan perawatan khusus. Ia memberi tahu Rani agar bisa menyiram dan memberi pupuk dari sampah organik.Sebaliknya Harimau sebagai pemimpin yang bijaksana menjalankan tugas dengan baik dan mengatur jadwal penjagaan seketat mungkin agar tidak ada kesalahan yang terulang kembali. Setelah beberapa hari, pekerjaan pun sudah membaik dari sebelumnya walaupun belum semuanya selesai dan rencananya Rani dan akan membuat tempat sampah untuk masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan cinta pada hutan sekitar.

Rani dan hewan lainnya pun membuat lubang sederhana dengan bantuan hewan lainnya yang membantu mengangkat batu bata, pasir, dan lainnya,berkat kerja sama mereka tidak lama kemudian, perubahan mulai terlihat jelas di area hutan. Sampah yang dulunya dibuang di sudut hutan di bawah pepohonan sudah menjadi tempat yang begitu indah berkat Rani dan hewan-hewan lainnya, dan si harimau pun mengecek semua kawasan dan dipastikan agar tidak ada sisa sampah yang tertinggal. Lalu si Rani pun sudah menyelesaikan tugasnya dan berpamitan dengan para hewan lain untuk kembali ke rumahnya dengan mengucap,

“teman-teman terima kasih telah membantu dan bekerja sama untuk membersihkan hutan ini, sama-sama,” dengan ekspresi tersenyum kepada temannya itu semua.

Sebaliknya, hewan lain pun berterima kasih atas kebaikan dan tenaga yang begitu hebat kepada Rani dengan perasaan yang begitu haru. Mereka semua  heran mengapa Rani mau membantu,sedangkan orang-orang di situ tidak peduli dengan mereka karena berbeda dari postur tubuh yang tidak sama. Rani pun berkata,

 “Sudah sebaiknya kita saling membantu sesama ciptaan Tuhan, walaupun berbeda jenis sudah dianggap keluarga,” walaupun hewan tidak bisa langsung berterima kasih, tetapi Rani sudah mengerti dari isyarat salah satu tubuhnya.Rani merasa tidak ada yang harus dibedakan di antara mereka itu tetap satu keluarga yang sama. Setelah itu, si Ratu Kijang memberikan mahkota dari dedaunan dan ranting yang begitu mewah dan bermakna untuk Rani, Rani pun menangis terharu atas inisiatif dan perjuangan Kijang, Harimau, Tupai, dan Kancil.

Ternyata, mereka semua telah merencanakan dari lama untuk sang malaikat kecilnya itu.Ia tidak tahu harus membalas apa atas perlakuan Rani si gadis berhati suci itu. Harimau pun memberikan sebuah hiburan terakhir dan pesan untuk temannya itu dengan menari yang begitu  membuat Rani dan teman-temannya tertawa ria,juga pesan agar Rani selalu mengingat mereka selalu, tidak melupakan mereka.Dan Tupai, Kancil,juga berkata bahwa semua hewan di hutan ini tidak akan lupa dengan jasa Rani dan sudah menganggapnya sebagai sahabat sejati.

Rani pun pulang untuk membersihkan wajah dan anggota badan yang terkena sampah maupun tanah,lalu hewan-hewan di hutan juga mulai menjaga kebersihan, keindahan kawasan tempat tinggal nya secara ketat,jangan sampai ada lagi konflik yang sebelumnya pernah terjadi.

“Kita harus terus menjaga hutan ini agar tetap indah dan bersih,jangan sampai kita merepotkan warga setempat seperti kemarin,selain itu kita harus menjadi contoh bagi manusia,atau hewan lainnya”,kata ratu Kijang dengan nada yakin.

Dirumah Rani tetap memikirkan bagaimana kondisi hutan yang pernah ia rawat,karena sekarang Rani sudah tidak tinggal di rumah yang dekat dengan hutan, sekarang ia tinggal lebih jauh dari kawasan hutan,tetapi ia tetap bersikokoh untuk berangkat melihat hutan tersebut,Rani juga rindu dengan para hewan yang sudah dianggap keluarga sendiri,dengan membawa sedikit hiasan bunga gantung yang nanti nya akan dipasang di dekat tempat tinggal para hewan,juga poster peringatan bertuliskan,”Dilarang membuang sampah di area sungai, ataupun hutan”.

Kedatangan Rani membuat mereka senang, karena dari lama iya kangen sekali dengan Rani, doa Mereka pun terkabul Rani pun datang dengan membawa kehangatan bagi tubuh mereka dan kerinduan yang terpendam sejak lama. Para hewan pun menyambut Rani dengan penuh antusias yang begitu besar, lembut, sampai tetesan air mata hewan-hewan pun pecah,

“apakah ini Rani, beneran kan,aku tidak mimpi?, ucap harimau memastikan.

“beneran dong, kenapa aku bohong,aku itu rindu sekali dengan kalian,dengan suasana hutan yang asri ini, akhirnya kalian sudah mewujudkan impian ku, dengan merawat hutan ini menjadi lebih baik”,ujar si Rani dengan tersenyum lebar.

“ini juga berkat segala bimbingan mu kok Rani,kita bisa seperti ini”, kata hewan lainnya.

Rani pun mengecek beberapa bagian hutan,sungai, yang dulunya terpenuhi sampah, Rani bersyukur sekali sudah tidak ada sampah berserakan lagi,Rani pun memberi mereka nasihat penting kepada hewan-hewan.

“Teman-teman, walaupun tidak ada aku,atau pun aku belum sempat kesini, kalian harus tetap menjaga kebersihan satu sama lain,setiap hari wajib di sapu, pohon-pohon yang sudah rusak dipangkas dan ditanam ulang,paham semua?,”

“Paham,baik Rani aku akan memimpin hewan lain untuk selalu menjaga kawasan ini”,ujar si Ratu Kijang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top